Relokasi hewan dari Indonesia ke Australia
Australia adalah tujuan tersulit di jaringan kami, dan fakta pertamanya mengubah seluruh rencana: Indonesia bukan negara yang disetujui DAFF, jadi hewan tidak bisa terbang langsung dari Jakarta atau Bali ke Australia. Hewan harus tinggal dulu di negara yang disetujui seperti Singapura, baru diekspor dari sana dengan titer rabies (RNATT), masa tunggu wajib 180 hari, dan karantina pemerintah minimal 10 hari di fasilitas Mickleham dekat Melbourne. Ini proyek lintas negara yang diukur dalam bulan.
Minta penawaran: Indonesia → AustraliaKeluar dari Indonesia
Ekspor dari Indonesia butuh endorsement Karantina (Kementan), microchip ISO, titer rabies (sesuai tujuan), dan health certificate dokter hewan dalam masa berlaku.
- Izin / otoritas
- Endorsement ekspor Karantina Pertanian (Kementan)
- Kontrol perbatasan
- Inspeksi cargo pre-departure di CGK atau DPS; cek kepatuhan kandang IATA
Masuk ke Australia
Australia ketat: izin impor, masa tunggu titer rabies, dan karantina wajib setibanya.
- Izin / otoritas
- Izin impor DAFF
- Kontrol perbatasan
- ~7 hari (fasilitas Mickleham)
Perkiraan lama proses
- Keluar dari Indonesia: Siapkan 6–10 minggu sebelumnya (lebih lama untuk tujuan ketat seperti AU/UK)
- Masuk ke Australia: Siapkan 6+ bulan sebelumnya
- Penerbangan: Karena harus lewat negara yang disetujui, siapkan dua leg: Indonesia ke negara transit, lalu penerbangan cargo 5–8 jam dari sana ke Sydney (SYD) atau Melbourne (MEL).
Estimasi biaya
$6,000–$14,000
Kisaran indikatif untuk satu kucing atau anjing kecil, door-to-door. Penawaran final tergantung ukuran hewan, dimensi kandang, rute, dan musim.
Ceklis dokumen
- Microchip ISO 15 digit (dipasang sebelum vaksinasi rabies)
- Titer rabies (RNATT) dengan masa tunggu wajib 180 hari, dihitung sejak lab yang disetujui DAFF menerima sampel
- Tinggal di negara yang disetujui (mis. Singapura) sebelum diekspor ke Australia
- Izin impor DAFF + booking karantina pasca-kedatangan Mickleham (min 10 hari)
- Kandang IATA sesuai ukuran hewan
Regulasi bisa berubah. Kami verifikasi syarat terbaru sebelum tiap perpindahan.
Maskapai yang kami koordinasikan
- Singapore Airlines / SIA Cargo
- Qantas Freight
- Garuda Indonesia Cargo
Tergantung penerimaan live-animal masing-masing maskapai saat pemesanan.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Berapa lama proses relokasi hewan dari Indonesia ke Australia?
- Lama proses tergantung izin impor dan aturan karantina Australia. Umumnya perpindahan Indonesia ke Australia disiapkan 4–8 minggu sebelumnya; kami petakan timeline pastinya setelah asesmen singkat.
- Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk memindahkan hewan dari Indonesia ke Australia?
- Umumnya sertifikat kesehatan, rekam vaksinasi, microchip, dan izin impor Australia. Kami siapkan dan verifikasi seluruh dokumennya untuk Anda.
- Bisakah hewan saya terbang langsung dari Indonesia ke Australia?
- Tidak. Indonesia tidak ada di daftar negara yang disetujui Australia, jadi perpindahan langsung tidak diizinkan. Hewan harus tinggal dulu di negara yang disetujui seperti Singapura selama periode yang ditentukan, baru diekspor ke Australia dari sana. Kami memetakan dan mengoordinasikan seluruh rute bertahapnya.
- Kenapa Australia jauh lebih mahal dari rute lain?
- Rute bertahap lewat negara yang disetujui, titer RNATT dan masa tunggu 180 hari, izin DAFF, dan karantina wajib Mickleham semuanya menambah biaya di atas dua leg penerbangan. Kisaran USD 6.000–14.000 mencerminkan seluruh proses lintas negara itu; kami beri penawaran pasti setelah menilai situasi Anda.