Membawa Hewan dari Indonesia ke Brasil: Syarat MAPA
10 Oktober 2026

Brasil termasuk tujuan jarak jauh yang cukup bersahabat untuk anjing dan kucing. Negara ini tidak meminta tes darah antibodi rabies, dan hewan yang dokumennya lengkap umumnya tidak dikarantina saat tiba. Tantangan utama dari Indonesia justru ada di soal waktu: beberapa syarat Brasil dihitung mundur dari tanggal sertifikat diterbitkan, sementara perjalanannya sendiri biasanya lebih dari sehari dengan minimal satu kali transit.
Panduan ini ditujukan bagi Anda yang tinggal di Jakarta, Bali, Surabaya, atau kota lain di Indonesia dan akan membawa anjing atau kucing ke São Paulo, Rio de Janeiro, atau kota lain di Brasil. Di sini kami jelaskan apa yang diperiksa Brasil saat kedatangan, apa yang perlu diurus di sisi Indonesia, dan bagaimana menyusun urutannya supaya tetap aman di hari keberangkatan.
Apa yang diperiksa Brasil saat hewan tiba
Hewan yang masuk ke Brasil diperiksa oleh VIGIAGRO, layanan inspeksi pertanian internasional di bawah MAPA. Dokumen utamanya adalah Sertifikat Veteriner Internasional (Certificado Veterinário Internacional atau CVI). Menurut panduan resmi MAPA, sertifikat ini harus diterbitkan atau disahkan oleh otoritas veteriner resmi negara asal, dan sejak 6 September 2025 wajib memakai model yang diatur Portaria MAPA nº 741/2024. Sertifikat dengan format lama, atau yang hanya ditandatangani klinik swasta, bisa ditolak.
Selain sertifikat itu, pemilik umumnya perlu menunjukkan:
- Vaksinasi rabies yang masih berlaku. Indonesia bukan negara bebas rabies, jadi syarat ini berlaku untuk semua anjing dan kucing dari Indonesia.
- Bukti pemberian obat antiparasit dalam rentang waktu yang tertera di sertifikat, yang umumnya disebut 15 hari sebelum CVI diterbitkan.
- Pemeriksaan klinis oleh dokter hewan menjelang penerbitan sertifikat.
- Identitas hewan yang sama di setiap halaman berkas. Aturan Brasil menitikberatkan identitas di sertifikat, tetapi dalam praktiknya microchip yang terbaca tetap diminta maskapai dan proses ekspor Indonesia.
Panduan MAPA mencantumkan izin impor terpisah untuk beberapa jenis hewan peliharaan lain, misalnya kelinci dan musang (ferret), tetapi tidak untuk anjing dan kucing. Karena dokumen kedatangan untuk penerbangan Anda tetap bisa berbeda, minta kami mengonfirmasinya sebelum berkas difinalkan. Ringkasan sisi negara tujuan bisa Anda lihat di halaman impor hewan ke Brasil.
Waktu vaksinasi rabies dari Indonesia
Vaksin rabies biasanya menjadi tahapan yang menentukan seberapa awal Anda perlu mulai. Hewan harus cukup umur untuk divaksin (umumnya disebut di atas 90 hari), dan ada masa tunggu antara vaksinasi pertama dan kedatangan di Brasil. Sebagian sumber menyebut 21 hari, sebagian lagi 30 hari. Memakai angka yang lebih panjang adalah pilihan yang lebih aman sampai MAPA mengonfirmasi aturan terbaru untuk kasus Anda.
Kalau hewan Anda punya booster rabies yang selalu diperbarui tanpa jeda, masa tunggu ini biasanya bukan masalah. Kalau catatannya bolong, nomor batch vaksin tidak tercatat, atau microchip dipasang setelah vaksin, minta dokter hewan Anda di Indonesia memeriksanya sejak awal. Memperbaiki catatan vaksinasi butuh hitungan minggu, bukan hari. Brasil tidak mewajibkan tes titer rabies, jadi Anda tidak perlu menunggu hasil laboratorium seperti rute ke Inggris atau Jepang.
Proses di sisi ekspor Indonesia
Keluar dari Indonesia adalah proses tersendiri. Barantin menangani karantina hewan untuk ekspor, dan pengesahan resmi sertifikat hewan Anda melalui jalur tersebut. Dokter hewan swasta Anda melakukan pemeriksaan kesehatan dan menyiapkan catatan, tetapi CVI baru diakui di Brasil setelah diterbitkan atau disahkan otoritas resmi di Indonesia dengan model yang benar.
Di bagian inilah rencana Indonesia ke Brasil paling sering tersendat. Masa berlaku CVI pendek, umumnya disebut sekitar 10 hari untuk negara di luar Mercosur, dan pemberian antiparasit serta pemeriksaan klinis dihitung mundur dari tanggal penerbitannya. Artinya kunjungan terakhir ke dokter hewan, jadwal di Barantin, dan penerbangan harus muat dalam periode singkat yang sama. Panduan ekspor hewan dari Indonesia kami menjelaskan tahapan keberangkatan secara lebih rinci.
| Kapan | Tahapan | Yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| 2 sampai 3 bulan sebelum berangkat | Dokter hewan memeriksa microchip dan riwayat rabies | Catatan yang bolong atau chip dipasang setelah vaksin |
| Minimal 30 hari sebelum tiba | Vaksinasi rabies, bila perlu vaksin baru | Pakai masa tunggu yang lebih panjang sampai MAPA mengonfirmasi |
| 6 sampai 8 minggu sebelum berangkat | Maskapai dan rute dikonfirmasi tertulis | Aturan negara transit dan ukuran kandang |
| Dalam 2 minggu terakhir | Obat antiparasit dan pemeriksaan klinis | Keduanya harus masuk rentang yang dihitung dari tanggal CVI |
| Hari-hari terakhir sebelum berangkat | CVI diterbitkan atau disahkan melalui Barantin | Model Portaria 741/2024 yang benar, masa berlaku pendek |
| Kedatangan | Pemeriksaan VIGIAGRO di bandara Brasil | Dokumen asli dibawa di bagasi kabin |
Penerbangan dan transit dari Indonesia ke Brasil
Tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Brasil, jadi setiap rute pasti transit minimal sekali, biasanya lewat Timur Tengah atau Eropa. Transit ini berpengaruh pada hewan Anda dalam dua hal. Pertama, maskapai harus menerima hewan di setiap segmen pada itinerary yang persis sama, baik di kabin, sebagai bagasi tercatat, maupun kargo. Kedua, beberapa negara transit punya aturan sendiri untuk hewan yang berganti pesawat, meskipun hewan tidak keluar dari bandara.
Minta maskapai mengonfirmasi penerimaan secara tertulis untuk nomor penerbangan dan tanggalnya, bukan hanya untuk rutenya. Waktu transit yang lebih longgar sering lebih nyaman bagi hewan dibanding transit yang mepet, karena masih ada ruang penanganan kalau penerbangan tertunda. Bandara internasional Brasil yang rutin menerima hewan antara lain Guarulhos di São Paulo dan Galeão di Rio de Janeiro; pastikan bandara kedatangan Anda punya unit VIGIAGRO yang aktif untuk pemeriksaan hewan. Panduan kandang IATA kami membahas ukuran dan ventilasi kandang untuk perjalanan panjang seperti ini.
Saat tiba di Brasil dan hari-hari pertama
Bawa CVI asli dan catatan pendukung dalam map di bagasi kabin, dengan salinan pindaian di ponsel sebagai cadangan. Petugas VIGIAGRO akan memastikan hewan, identitasnya, dan dokumennya cocok. Bila semuanya sesuai, hewan yang memenuhi syarat umumnya dilepas tanpa karantina. Kalau ada yang kurang atau tidak konsisten, hewan bisa ditahan sampai masalahnya selesai. Itu sebabnya nomor microchip yang sama di setiap halaman sangat penting.
Setelah Anda menetap, daftarkan hewan ke dokter hewan setempat dan jaga booster rabiesnya tetap berlaku. Brasil juga punya risiko rabies, jadi vaksinasi tetap perlu dilanjutkan walaupun hewan sudah tiba. Kalau nanti Anda berencana pindah lagi atau kembali ke Asia, proses ekspor dari Brasil akan menjadi urusan terpisah.
Pesan tiket hanya setelah maskapai mengonfirmasi hewan Anda secara tertulis dan dokter hewan memastikan tanggal rabies, antiparasit, dan CVI masuk dalam rentang waktu yang sama. Untuk melihat dari mana saja biaya rute jarak jauh berasal, coba kalkulator biaya relokasi hewan kami, dan untuk informasi keberangkatan dari Indonesia lihat halaman relokasi Indonesia.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah hewan saya harus dikarantina di Brasil?
Hewan yang dokumennya lengkap umumnya tidak dikarantina saat tiba. Hewan bisa ditahan kalau dokumennya tidak lengkap atau tidak cocok dengan hewannya, jadi berkas perlu diperiksa sebelum berangkat.
Apakah perlu tes titer rabies untuk membawa hewan dari Indonesia ke Brasil?
Brasil tidak meminta tes antibodi rabies. Vaksinasi rabies yang berlaku dengan masa tunggu yang benar tetap wajib, karena Indonesia bukan negara bebas rabies.
Bisakah dokter hewan swasta di Indonesia menerbitkan sertifikatnya?
Dokter hewan Anda melakukan pemeriksaan dan menyimpan catatan, tetapi CVI harus diterbitkan atau disahkan oleh otoritas veteriner resmi. Untuk ekspor dari Indonesia, pengesahan itu melalui Barantin.
Sejak kapan sebaiknya saya mulai mempersiapkan?
Dua sampai tiga bulan adalah patokan yang masuk akal kalau catatan rabies sudah lengkap. Mulailah lebih awal kalau vaksin perlu diperbarui, microchip perlu dicek, atau tanggal pindah Anda sudah ditetapkan kantor.
Apakah kucing saya bisa ikut di kabin ke Brasil?
Tergantung maskapai, jenis pesawat di setiap segmen, serta ukuran dan berat kucing bersama carrier-nya. Penerimaan di kabin harus dikonfirmasi untuk setiap penerbangan dalam itinerary, termasuk penerbangan lanjutan setelah transit.
Kalau Anda sedang merencanakan perpindahan dari Indonesia ke Brasil dan ingin jadwalnya dicek sebelum mengunci rencana, hubungi tim kami dengan data hewan dan bulan keberangkatan yang Anda inginkan. Kami akan meninjau urutannya bersama Anda dan mengoordinasikan tiap tahapan dengan jaringan partner kami di kedua negara.